Jadwal Babak Perempat Final EURO 2012

null

Setelah menyelesaikan 24 pertandingan di fase penyisihan grup, Euro 2012 kini beralih ke jadwal babak perempat final yang akan mempertemukan delapan tim terbaik yang diambil dari tiap grup. Beberapa pertarungan seru yang mempertemukan tim besar akan tersaji di babak delapan besar ini.

Ya, negara-negara dengan kekuatan terbaik di Eropa akan bertemu di babak ini dan menemui rintangan berat untuk menggapai ambisi meraih gelar juara. Inggris misalnya. Mereka harus bertemu dengan Italia di babak ini. Pertemuan keduanya dijamin akan seru karena akan menyajikan dua mahzab sepakbola yang berbeda.

Sementara juara bertahan Spanyol akan bertemu Prancis di fase ini. Meski di laga terakhir tumbang 2-0 dari Swedia, Prancis tetap tak boleh diremehkan karena mereka memiliki barisan pemain yang sangat ulet dan berteknik tinggi.

Babak perempat final lainnya akan menyajikan partai antara Ceko vs Portugal. Keduanya tampil mengejutkan di gelaran Piala Eropa 2012 ini. Menarik untuk dinanti siapa yang akan mengakhiri kejutannya lebih cepat di fase ini.

Terakhir, Jerman yang datang dengan skuad yang memiliki rata-rata umur termuda akan menghadapi Yunani, tim yang notabene dihuni oleh para pemain berpengalaman, termasuk beberapa pilar yang berandil dalam kesuksesan Yunani di Euro 2004 lalu.

No Tanggal Laga Jam
A Jumat, 22 Juni 2012 Rep.Ceko vs Portugal 01.45 WIB
B Sabtu, 23Juni 2012 Jerman vs Yunani 01.45 WIB
C Minggu, 24 Juni 2012 Spanyol vs Prancis 01.45 WIB
D Senin, 25 Juni 2012 Inggris vs Italia 01.45 WIB

STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN DALAM AUDIT

BAB I

PENDAHULUAN

Suatu perusahaan yang telah berjalan tidak boleh tidak memonitor kegiatannya dan hasilnya. Manajemen harus mempunyai pandangan dan sikap yang profesional untuk memajukan atau meningkatkan hasil yang telah dicapainya. Pandangan dan sikap tersebut di atas dinyatakan dalam kesibukan manajemen untuk selalu melihat, meneliti, menganalisa dan mengambil keputusan atas laporan-laporan yang telah sampai ke atas meja mereka. Laporan tersebut yang digunakan sebagai dasar keputusannya baik untuk mengendalikan atau mengarahkan biasanya berbentuk meringkas kejadian yang paling terakhir terjadi dan kondisi perusahaan. Unit/satuan pengukurannya tidak hanya menggunakan rupiah tetapi juga satuan jam kerja, satuan berat, penggunaan karyawan atau ukuranyang lain yang diperlukannya.  Di samping laporan berfungsi untuk mengendalikan dan mengarahkan, laporan juga mempunyai arti untuk menilai apakah kebijaksanaan perusahaan yang telah ditentukan dijalankan, apakah kondisi keuangannya sehat, kegiatan penjualannya menguntungkan dan hubungan antar bagian, atau departemen berlangsung harmonis.

Apakah jaminan manajemen bahwa laporan-laporan tersebut bisa tepat waktu, membuat penjelasan yang diperlukan, teliti dan benar atau dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan. Hanya dengan pemeriksaan yang terus berkesinambungan dan di analisa, laporan dan catatan-catatan dari mana laporan di atas didapat, manajemen dapat meletakkan kepercayaannya terhadap laporan yang akan digunakan diperlukan itu. Pemeriksaan terus-menerus dan analisa laporan dan catatan-catatan sering disebut pengendalian intern. Sistem pengendalian intern akan menghasilkan laporan yang dikehendaki manajemen di atas, dalam arti yang tegas, dan sistem tersebut akan : (a) mengamankan sumber dari pemborosan, kecurangan, dan ketidah efesienan, (b) meningkatkan ketelitian dan dapat dipercayainya data akutansi, (c) mendorong ditaati dan dilaksanakannya kebijakan perusahaan, (d) meningkatkan efisiensi. Sistem pengendalian intern tersebut akan berada dan mempengaruhi semua kegiatan perusahaan. Ini meliputi metode-metode dimana manajemen atas akan memberi delegasi atau wewenang dan memberi tanggung jawab untuk fungsi pembelian, penjualan produksi dan akuntansi. Dalam akuntansi, SPI yang berlaku dalam perusahaan/entitas merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas tersebut. Oleh karena itu dalam memberikan pendapat atas kewajaran laporan yang di auditnya, Auditor meletakkan kepercayaan atas efektivitas SPI dalam mencegah terjadinya kesalahan yang material dalam proses akuntansi. Lanjutkan membaca ‘STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN DALAM AUDIT’


Daftar Isi

Arsip